KESERUAN DALAM ACARA PENGUKUHAN FORMAKA KESA ANGKATAN I


 KEMERIAHAN ACARA FORMAKA KESA DI STIG MALANG 


            Malang, 26 Oktober 2025Pemandu acara adalah seseorang yang berperan penting dalam mengatur jalannya suatu kegiatan agar berjalan tertib, lancar, dan sesuai dengan susunan acara yang telah disiapkan. Seorang pemandu acara tidak hanya menyampaikan urutan kegiatan, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara panitia, peserta, dan tamu undangan. Dengan keterampilan berbicara dan penguasaan suasana, pemandu acara membantu menciptakan suasana yang hangat, penuh semangat, dan bermakna bagi seluruh peserta kegiatan.

Dalam konteks pengukuhan Formaka KESA (Forum Mahasiswa Katolik Keuskupan Sanggau), peran pemandu acara memiliki makna yang mendalam. Mereka menjadi simbol keterpaduan dan semangat pelayanan kaum muda Katolik yang ingin membangun komunitas iman dan persaudaraan di tanah perantauan. Melalui kepemimpinan yang tenang dan penuh sukacita, pemandu acara membantu menghadirkan suasana kebersamaan dan kekhidmatan, yang mencerminkan semangat persaudaraan anak-anak Sanggau yang berjiwa Katolik dan berkomitmen pada pelayanan Gereja.

Acara Pengukuhan Formaka KESA dilaksanakan di Seminari Tinggi Interdiosesan San Giovanni XXIII Malang, dimulai pukul 08.00 pagi sampai jam 3 Sore. Acara ini dipandu oleh Gabriel dan Nia, mahasiswa Universitas Tribhuwana Tunggadewi, serta Frater Septian, calon imam Projo Keuskupan Sanggau. Ketiganya membawakan acara dengan penuh semangat, kebersamaan, dan profesionalisme, menciptakan suasana yang hangat dan hidup bagi seluruh peserta.

 

Dalam sesi sambutan, berbagai perwakilan menyampaikan pesan dan dukungannya. Ketua Formaka KESA, Ketua IKBAS (Ikatan Keluarga Besar Anak Sanggau), Ketua Frater Sanggau, Ketua Komunitas STIG, serta Romo Pembina Romo Romeo, CP, semuanya memberikan pesan penuh makna: dorongan untuk menjaga persaudaraan, semangat belajar, dan pelayanan iman di perantauan. Mereka juga berpesan agar Formaka KESA terus berkembang menjadi wadah yang mempersatukan dan menumbuhkan semangat Katolik di kalangan mahasiswa Sanggau di Kota Malang. Sambutan  diawali oleh Fr. Rio, Pr., selaku mentor utama, dalam laporannya menceritakan sejarah awal pembentukan FORMAKA KESA. Forum ini berawal dari gagasan dua hingga tiga mahasiswa yang memiliki kerinduan untuk menciptakan wadah kebersamaan bagi sesama mahasiswa Katolik Keuskupan Sanggau di Malang. Prosesnya tidak mudah: berbagai tantangan dan keterbatasan sempat dihadapi, namun berkat kerja sama dan komitmen yang kuat, forum ini akhirnya dapat diresmikan secara resmi pada hari bersejarah tersebut. Fr. Rio juga menekankan bahwa forum ini diharapkan menjadi sarana pembentukan iman, karakter, dan solidaritas di antara mahasiswa Katolik.

Sementara itu, Fr. Santo Yohanes, selaku Ketua Umum Frater Keuskupan Sanggau, dalam sambutannya memberikan apresiasi dan semangat peneguhan kepada para pengurus yang baru dilantik. Ia membuka sambutannya dengan pantun yang mencairkan suasana, menggambarkan kehangatan khas persaudaraan Katolik. Dalam pesannya, Fr. Santo menegaskan bahwa terbentuknya FORMAKA KESA merupakan bukti nyata semangat sinodalitas. Perjalanan bersama sebagai Gereja yang hidup dan saling menopang. Ia juga menyoroti pentingnya peran mahasiswa Katolik untuk tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga menjadi saksi Kristus yang membawa nilai-nilai iman ke dalam dunia pendidikan dan masyarakat.

Yohana Yesica, selaku Ketua FORMAKA KESA yang baru dilantik juga menyampaikan  rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada Romo Romeo CP atas kesediaannya memimpin misa pelantikan dan mendampingi forum ini sebagai penasehat. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para frater Keuskupan Sanggau yang dengan sabar membimbing sejak awal pembentukan hingga terlaksananya pengukuhan ini. Yohana berharap, dengan pelantikan ini, seluruh anggota FORMAKA KESA semakin aktif dalam berkarya, berpartisipasi dalam kegiatan, dan menjalin komunikasi yang baik satu sama lain.

Acara pengukuhan ini turut dihadiri oleh Fr. Yopi, Ketua Konfrater Gerejawi Provinsi Pontianak, dan Fr. Anes, Ketua Komunitas Seminari Tinggi Interdiosesan San Giovanni XXIII Malang, yang menyampaikan apresiasi atas semangat dan inisiatif para frater dan mahasiswa dalam membangun forum ini. Kedua tokoh ini menilai bahwa FORMAKA KESA menjadi wadah penting dalam menjaga identitas dan kebersamaan mahasiswa Katolik di tanah rantau. Ketua Umum IKBAS (Ikatan Keluarga Besar Anak Sanggau), Djebrande Putra juga mengatakan bahwa Forum ini hendaknya menjadi tempat tumbuhnya pemuda-pemudia yang beriman, dan sekaligus sebagai tanda kerja sama IKBAS dengan PERFRASA dalam bidang kerohanian.Turut hadir pula para suster dan bruder Passionis, yang dengan kehadirannya menambah dimensi spiritual dan kekeluargaan dalam acara tersebut. 


Dalam amanatnya, Romo Romeo, CP memberikan pesan mendalam bagi seluruh anggota FORMAKA KESA agar menjadikan forum ini sebagai tempat pembinaan diri yang berlandaskan iman Kristiani. Tiga hal pokok ditekankan: menjadikan forum ini sebagai wadah cerita dalam segala suka dan duka hidup mahasiswa-mahasiswi secara khusus di Malang ini. Selain itu, menyelesaikan studi tepat waktu, saling tolong-menolong dalam tugas, dan menjaga pergaulan yang sehat. Pesan-pesan atau nilai-nilai ini diharapkan menjadi pedoman bagi setiap anggota dalam menata kehidupan akademis dan sosial secara bertanggung jawab. 

Semoga melalui pengukuhan ini, FORMAKA KESA diharapkan dapat menjadi wadah yang mempererat relasi antar mahasiswa Katolik Keuskupan Sanggau di Malang, sekaligus menumbuhkan semangat pelayanan dan kesaksian iman di tengah masyarakat. Dengan demikian, forum ini bukan hanya menjadi sarana pertemuan, melainkan juga tanda kehadiran Gereja yang hidup di tengah dunia akademis. 

 

Penulis: Fr. Septian, Pr

Editor: Fr. Teodorus Tio, Pr 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DARI OBROLAN MENJADI KENYATAAN, DARI KELUH KESAH JADI TINDAKAN NYATA

  Sejarah berdirinya FORMAKA KESA (Forum mahasiswa-mahasiswi katolik Keuskupan Sanggau, Angkatan pertama .                Sejarah menjad...

Postingan Populer