Misa Pengukuhan Pengurus dan Anggota Baru FORMAKA KESA di Malang
Malang, 27 Oktober 2025. Misa pengukuhan Forum Mahasiswa/i Katolik Keuskupan Sanggau (FORMAKA KESA) menjadi momen penting dalam perjalanan forum ini sebagai wadah resmi bagi mahasiswa Katolik asal Keuskupan Sanggau yang sedang menempuh pendidikan di Malang. Menurut KBBI, Kata “pengukuhan” yang menjadi inti perayaan ini bermakna “kukuh” atau “kuat”, yang menunjukkan tekad untuk meneguhkan para pelayan inti maupun anggota forum dalam iman Katolik yang lebih mendalam. Melalui misa ini, FORMAKA KESA secara resmi diakui sebagai forum formal yang menaungi mahasiswa Katolik asal Sanggau untuk saling berbagi gagasan, menyampaikan pendapat, serta membangun semangat persaudaraan dan pelayanan di tengah dunia akademis.
Makna perayaan syukur ini sangat mendalam bagi seluruh peserta. Pertama, misa pengukuhan menjadi sarana untuk menyatukan ikatan iman dan kebersamaan antara mahasiswa Katolik asal Sanggau di Malang dengan para Frater Diosesan Keuskupan Sanggau yang sedang menjalani formasi calon imam di Seminari Tinggi Interdiosesan San Giovanni XXIII. Kedua, misa ini bertujuan untuk memperteguh nilai-nilai Kristiani bagi para mahasiswa yang hidup di tengah tantangan dunia perkuliahan, agar mereka tetap berpegang pada semangat kasih dan tanggung jawab. Ketiga, misa ini juga menjadi sarana untuk mempererat rasa kekeluargaan antara para mahasiswa dan para frater projo yang memiliki akar asal yang sama, yakni Keuskupan Sanggau, sehingga terjalin semangat saling mendukung dalam iman dan kehidupan sehari-hari.
Perayaan Ekaristi pengukuhan ini dilaksanakan pada Minggu, 26 Oktober 2025, pukul 09.00 pagi, bertempat di Kapel Seminari Tinggi Interdiosesan San Giovanni XXIII Malang. Misa dipimpin oleh Pastor Romeo, CP yang juga merupakan pembina FORMAKA KESA. Petugas liturgi misa berasal dari para mahasiswa sendiri: Misdinar oleh Vani dan Sindi; Petugas bacaan oleh Elmi dan Friska; Pemazmur oleh Gabriel; dan petugas doa umat oleh Imel, Emel, Kalista, Gean, serta Rius. Keunikan dalam doa umat kali ini adalah penggunaan bahasa daerah masing-masing peserta, sebagai bentuk penghargaan terhadap kekayaan budaya asal mereka. Sementara itu, koor misa dibawakan secara penuh semangat oleh para mahasiswa Katolik Keuskupan Sanggau yang tergabung dalam FORMAKA KESA.
Misa pengukuhan ini dihadiri oleh 83 mahasiswa Katolik asal Keuskupan Sanggau yang kini menempuh studi di berbagai perguruan tinggi di Malang. Mereka berasal dari berbagai paroki di Keuskupan Sanggau, antara lain Paroki Batang Tarang yang diwakili oleh Yohana Yesica, serta Paroki Sekayam yang diwakili oleh Patricia Monika Imelda, bersama rekan-rekan mahasiswa lainnya. Kehadiran mereka menunjukkan antusiasme besar untuk ikut serta dalam kegiatan forum yang bertujuan memperkuat iman, mempererat relasi antar sesama, serta menjadi wadah pembinaan spiritual dan intelektual di tanah perantauan.
Perarakan misa berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat. Para petugas liturgi telah berlatih dan mempersiapkan diri dengan baik, sementara lagu-lagu misa diambil dari Madah Bakti dengan sentuhan khas gaya musik Kalimantan, menciptakan nuansa liturgis yang hangat dan menyentuh. Perarakan diawali oleh para misdinar, diikuti oleh para pembaca, pemazmur, dan para pelayan yang akan dikukuhkan. Dalam homilinya, Romo Romeo, CP menekankan pentingnya kaum muda Katolik untuk terlibat aktif dan kreatif dalam berkarya di tengah Gereja dan masyarakat. Beliau menegaskan bahwa “orang yang tidak kreatif adalah orang yang kehilangan daya juang,” dan menambahkan bahwa kreativitas adalah titik balik bagi kaum muda untuk menjadi pribadi yang berguna dan berpengaruh positif. Pesan ini menjadi peneguhan bagi seluruh anggota FORMAKA KESA untuk terus bertumbuh dalam iman, semangat pelayanan, dan tanggung jawab Kristiani di lingkungan akademis dan sosial.
Penulis: Fr. Fransiskus Pardo Domento, Pr
Editor: Fr. Teodorus Tio, Pr
Tidak ada komentar:
Posting Komentar