DARI OBROLAN MENJADI KENYATAAN, DARI KELUH KESAH JADI TINDAKAN NYATA

 

Sejarah berdirinya FORMAKA KESA (Forum mahasiswa-mahasiswi katolik Keuskupan Sanggau, Angkatan pertama.

 

            Sejarah menjadi bagian yang sangat fundamental dalam setiap institusi maupun kelompok yang didirikan. Sejarah sangat penting diabadikan karena sejarah akan menjadi arsip penting bagi institusi yang didirikan agar institusi sungguh memiliki dasar dan arah tonggak awal berdirinya institusi tersebut. Forum mahasiswa/I katolik keuskupan Sanggau Angkatan pertama, mulanya dirintis atas kerinduan akan pengalaman rohani bagi mahasiswa/I perantau yang sedang menimba ilmu serta keterlibatan aktif bagi kaum muda katolik untuk berkreasi di tanah perantauan. Sebagaimana pesan yang disampaikan oleh alm. Sri Paus Fransiskus paada hari orang muda sedunia ke 34, paus fransiskus menyampaikan beberapa point penting yaitu:

1.      Misi adalah pilihan, bukan keharusan: Paus Fransiskus mengajak kaum muda untuk memilih untuk menjadi misionaris dan tidak hanya menjadi orang yang pasif.

2.      Jadilah orang yang berani: Paus Fransiskus mengajak kaum muda untuk menjadi orang yang berani dan tidak takut untuk mengambil risiko.

3.      Hiduplah dengan penuh harapan: Paus Fransiskus mengajak kaum muda untuk hidup dengan penuh harapan dan tidak takut untuk bermimpi.

Dengan demikian, Paus Fransiskus mengajak kaum muda untuk menjadi generasi yang penuh harapan dan sukacita, serta menjadi mercusuar kasih dan damai di tengah masyarakat.

Maka atas dasar itu, beberapa mahasiswa yaitu Lea Kristiani, Stefanus, Krispatih, Rius, Elan Gege, Eli, bersama Frater Medianus Rio Fernando pada hari raya idul fitri 2025 membuat suatu gagasan untuk membentuk kelompok mahasiswa/I perantau yang berasal dari Keuskupan Sanggau yang sedang berkuliah di Malang Jawa Timur, dengan harapan dapat terbentuknya suatu organisasi yang diharapkan yang didalamnya terdapat kasih persaudaran yang saling mengenal, mendukung, dan berjuang bersama sebagai kaum muda yang menimba ilmu di tanah perantauan. Akhirnya dengan niat dan harapan yang penuh semangat Frater Medianus Rio Fernando mengajak beberapa mahasiswa/I katolik keuskupan sanggau khususnya para pengurus yang terlibat dalam organisasi IKBAS yang sudah berdiri sejak lama di tanah Jawa Timur, dengan harapan organisasi ini pun mendukung rencana dan harapan dari beberapa mahasiswa/I katolik keuskupan sanggau untuk membentuk forum rohani katolik.

Pertemuan perdana bersama pengurus IKBAS

Pada tanggal 13 April 2025 diadakanlah rapat pertama yang dihadiri oleh Yanuar yang pada saat itu menjabat sebagai wakil ketua IKBAS, Acoy, Rendi, dan Ambro yang pada saat itu sebagai kordinator devisi dalam IKBAS, bersama dengan Frater Medianus Rio Fernando di café kopi tepat di depan UIN Malang untuk membahas segala maksud, niat, serta harapan untuk membentuk forum mahasiswa/I katolik Keuskupan Sanggau. Hasil dari rapat tersebut melahirkan nama FORMAKA KESA (Forum mahasiswa-mahasiswi Katolik Keuskupan Sanggau) serta persetujuan dari para pengurus IKBAS untuk mendukung pembentukan forum ini.

Keterlibatan dan persetujuan dari UNIO para frater Keuskupan Sanggau

Dengan semangat yang tak terpadamkan, Frater Medianus Rio Fernando pada saat forum internum UNIO frater Keuskupan Sanggau menyampaikan pada kesempatan yang diberikan apa yang sudah digagas, direncanakan, dan diharapkan dari para mahasiswa/I katolik yang berasal dari Sanggau yang sedang berkuliah di Malang untuk membetuk forum kerohanian yang ingin melibatkan seluruh frater projo Sanggau. Pada saat itu masih kepemimpinan Frater Septian selaku ketua UNIO frater Keuskupan Sanggau. Akhirnya setelah berunding dan membicarakan hal tersebut diputuskannya secara resmi bahwa seluruh frater keuskupan sanggau mendukung dan akan terlibat aktif juga untuk membentuk FORMAKA KESA. Para frater Keuskupan Sanggau pada saat itu adalah: Fr. Dendri, Fr. Yohanes Dandi, Fr. Urbanus Rohir, Fr.Andre, Fr. Septian, Fr. Teodorus Tio, Fr. Santo Yohanes, Fr. Sergius Hendi, Fr. Pardo Domento, Fr. Ektrada, Fr. Stepanos, dan Fr. Medianus Rio Fernando.

 

Pertemua kedua di Seminari Tinggi Interdiosesan San Giovanni XXIII Malang

Pada pertemuan yang kedua ini, saudara Yanuar, Rendi, Ambro, Acoy, Fr. Septian, Fr. Andre, dan Fr. Medianus Rio Fernando membahas kelanjutan dari harapan untuk membentuk FORMAKA KESA, setelah disetujui dan didukung pula oleh UNIO para Frater Keuskupan Sanggau. Dalam pertemuan ini, mahasiswa bersama para frater membahas untuk mengumpulkan semua mahasiswa/I yang ingin bergabung kedalam FORMAKA KESA, akhirnya ditentukanlah pada tanggal 15 Mei 2025 pertemuan ketiga bersama dengan seluruh mahasiswa/I katolik dan kedua belas frater Keuskupan Sanggau.

Pertemuan ketiga para mahasiswa/I bersama para frater Keuskupan Sanggau

Pada tanggal 15 Mei 2025 diadakanlah pertemuan ketiga di Seminari Tinggi Interdiosesan San Giovanni XXIII Malang. Para mahasiswa/I dan para frater berkumpul untuk menentukan arah kedepan FORMAKA KESA yang akan dirintis ini. Pertemuan dihadiri 56 mahasiswa/I dan 12 frater. Pertemuan dipimpin oleh Fr. Septian selaku ketua UNIO frater Keuskupan Sanggau dan dibantu oleh Fr. Medianus Rio Fernando. Pada pertemuan ketiga ini, hadir pula saudara Uru yang pada saat itu menjabat sebagai ketua umum IKBAS. Pertemuan ketiga melahirkan banyak gagasan, paandangan, masukan, dan juga kritik untuk membentuk FORMAKA KESA. Maka diputuskan secara bersama motto dari FORMAKA KESA yaitu IUVENTUS PRO CHRISTO dalam bahasa Latin yang artinya KAUM MUDA UNTUK KRISTUS. Motto terebut dipilih atas dasar bahwa harapan dan masa depan gereja adalah kaum muda dan saat ini maraknya kaum muda yang pergi begitu saja meninggalkan Kristus, maka secara tegas FORMAKA KESA membentuk hati dan mengasah budi untuk tetap setia apapun konsekuensinya untuk setia sampai akhir menjadi murid Kristus. Maka lahirlah motto Kaum muda untuk Kristus, sekaligus persembahan dan dedikasi kaum muda Keuskupan Sanggau bagi Kristus.

Pada pertemuan ketiga juga diputuskan dewan pelayan inti sementara untuk menata struktur berjalannya FORMAKA KESA. Maka atas inisiatif dan banyak pertimbangan terpilihlah Saudari Yohana Yecika sebagai Pelayan umum, Saudara Elan sebagai wakit pelayan umum, Saudara/I Friska dan Ambro sebagai sekretaris , dan saudara/I Gunevo dan Imel sebagai bendara. Akhirnya menjabatlah para pelayan inti FORMAKA KESA secara sementara dari terpilihnya sampai secara resmi dilantik pelayan inti yang baru. FORMAKA KESA memiliki ciri khas khusus yaitu pada penyebutan pengurusnya, FORMAKA KESA tidak menggunakan kata pengurus inti melainkan pelayan inti. Pelayan inti memiliki makna bahwa sejatinya mereka itu pelayan bukan pengurus, dan dengan kata pelayan diharapkan sungguh menghayati nilai-nilai sebagai seorang pelayan seturut juga dengan kata Yesus bahwa Ia datang untuk melayani dan bukan untuk dilayani.

Acara perdana FORMAKA KESA (Temu akbar dan Doa penutupan bulan Maria)

Pada tanggal 25 Mei 2025, diadakannya acara temu akbar dan penutupan bulan Maria bersama. Pihak pengurus kapela St. Bonifasius Landung Sari sangat memberi dukungan melalui fasilitas yang ada, sehingga acara dapat berjalan dengan baik dan lancar. Pada acara ini juga para mahasiswa/I, para frater, dan suster mendalami bulan Maria dan sosok Bunda Maria yang pada saat itu dibawakan oleh Fr. Dendri dan Fr. Teodorus Tio. Akhirnya acara berakhir dengan penuh nilai dan makna, bukan sekedar kumpul dan senang-senang melainkan ada nilai yang ingin dicapat dari kegiatan tersebut.

Rapat Persiapan Pengukuhan FORMAKA KESA dan TEMU AKBAR

Pada tanggal 6 September 2025 diadakan rapat bersama panitia untuk persiapan acara pengukuhan FORMAKA KESA di Sekretariat ANDAS. Pertemuan tersebut membahas berbagai persiapan dalam menyongsong acara Temu akbar dan pengukuhan FORMAKA KESA yang akan dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober 2025 yang bertempat di Seminari Tinggi Interdiosesan San Giovanni XXIII Malang. Pada persiapan ini, Fr. Medianus Rio Fernando berusaha menghubungi Pastor Ketua UNIO Keuskupan Sanggau dan beberapa KURIA Keuskupan Sanggau dan puji Tuhan mendapat respon yang baik. Pihak Keuskupan Sanggau juga sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini.

Maka atas persetujuan dan dukungan banyak pihak, beberapa frater menghubungi Pator Romeo CP yang berasal dari Paroki Jangkang Keuskupan Sanggau yang pada saat ini bertugas di Seminari Tinggi Biara Pasionis Indonesia untuk mempersembahkan perayaan ekaristi temu akbar dan pengukuhan FORMAKA KESA. Akhirnya Romo Romeo CP menyetujui bahkan bersedia menjadi pembina dan pendamping bagi FORMAKA KESA yang didirikan ini.

TEMU AKBAR DAN PENGUKUHAN FORMAKA KESA ANGKATAN PERTAMA

Tepat pada tanggal 26 Oktober 2025 atas ijin dari Romo Gregorius Tri Wardoyo CM selaku rektor Seminari Tinggi Interdiosesan San Giovanni XXIII Malang, maka dilaksanakan secara resmi acara FORMAKA KESA yang diselenggarakan di Seminari Giovanni. Perayaan ekaristi suci dipersembahkan oleh Romo Romeo CP, dengan jumlah pserta yang hadir kurang lebih 80 peserta, yang mencakup mahasiswa/I, para frater, para suster CP, dan Bruder CP. Acara terselenggara dengan baik dan sukses. Acara pengukuhan dihadiri pula ketua umum IKBAS dan ketua umum komunitas STIG Malang. Acara tidak hanya merayakan perayaan ekaristi saja melainkan mendengarkan sambutan dan masukan untuk kedepannya dari para ketua dan termasuk nasehat dari Romo Romeo CP selaku pembina FORMAKA KESA.

Akhirnya resmi dikukuhkan para pelayan inti beserta jajarannya yang akan menjabar selama satu tahun di Angkatan pertama ini. Menjadi sebuah sejarah yang penuh makna bahwa FORMAKA KESA dapat berdiri dan resmi dilantik atas kehendak Allah Tritunggal MahaKudus. Perjalanan masing sangat panjang, benih baru dituai dan kelak benih yang baru dituai ini akan berkembang bahkan berbuah dari waktu ke waktu, hari, kehari bahkan tahun ke tahun untuk menyongsong FORMAKA KESA yang semakin mampu memberi diri bagi sesama dan Tuhan Allah di tanah perantauan. Demikian sejarah singkat berdirimya Forum mahasiswa/I katolik Keuskupan Sanggau periode pertama. Sungguh karena Allah dan atas kehendak Allah semua harapan dapat terjadi. Jaya selalu FORMAKA KESA. Tahun 2025 menjadi sejarah dimulainya misi baru bagi FORMAKA KESA, berdirilah hari ini dan sampai selama-lamanya. Sejarah ini dibuat oleh Frater Medianus Rio Fernando bersama para perintis awal , ditulis di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang, Jawa Timur. Rabu, 29 Oktober 2025. Salam kasih Yesus, Iuventus Pro Christo.

 

 

Penulis: Fr. Medianus Rio Fernando 

FORMAKA DALAM PANDANGAN FRATER

 

Pandangan Para Frater Sanggau terhadap Forum Mahasiswa/Mahasiswi Keuskupan Sanggau

 

Malang,27 Oktober 2025. Frater atau juga disebut calon imam adalah sebutan bagi orang muda katolik yang ingin menjadi imam katolik. Dalam Proses menjadi Imam, Para Frater perlu dipersiapkan secara matang terlebih dahulu selama kurang lebih 10 tahun pembinaan. Dalam tahun-tahun pembinaan yang cukup panjang ini, tahun 2025 Para Frater Projo Keuskupan Sanggau berupaya untuk membangun relasi dan menjaga iman anak muda sanggau di perantahuan Malang. Sehingga, dibentuklah FORMAKA KESA. Frater Santo  Yohanes Pr selaku Ketua Unio Para Frater Keuskupan Sanggau periode 2025-2026 juga turut menyampaikan pandangannya terkait forum ini. Berikut yang ia sampaikan.

Teman-teman yang terkasih, Dalam narasi Injil,  ada pola pemanggilan dan pembentukan murid yang menjadi inti karya Yesus: Ia memanggil orang-orang yang berasal dari berbagai latar belakang, seperti nelayan, pemungut cukai, pekerja, dan mengajak mereka berjalan bersama untuk belajar mendengarkan, menyaksikan, dan diutus (Mat: 4:18-22; Luk: 5:1-11; Mrk: 3:13-19). Panggilan itu tidak terfokus pada kategori usia semata, melainkan pada keberanian untuk meninggalkan cara hidup lama dan mengikuti Sang Guru. Dalam dinamika itulah para murid mulai bertumbuh, memahami kehendak Allah, belajar melayani, serta dibentuk karakter kerasulan mereka. Pola pemuridan ini menegaskan sebuah prinsip pastoral yang relevan bagi pembentukan kaum mahasiswa: pemanggilan terhadap misi berasal dari perjumpaan hidup dengan Kristus dan berlangsung melalui proses berjalan-bersama, pembelajaran, koreksi, dan pengutusan. Bertolak dari hal itu, Forum Mahasiswa/Mahasiswi Keuskupan Sanggau lahir sebagai perpanjangan pola pemuridan ini: membangun komunitas yang meneguhkan, memperdalam iman, menajamkan nalar kritis, dan mengarahkan semangat muda pada misi Gereja. Seperti yang sudah kita ketahui dan saksikan bersama bahwa dunia sekarang ini sedang berada tengah derasnya arus sekularisme, maka fungsi forum ini menjadi ruang aman sekaligus tantangan kreatif agar mahasiswa tidak sekadar mencari ilmu untuk dirinya sendiri, melainkan memupuk keteguhan hati untuk mengikuti Kristus dalam segala situasi.

 

Bila kita membaca dalam Alkitab, tampak bahwa para murid Yesus pun mengalami berbagai tantangan, kegagalan, keraguan, perselisihan, bahkan kejatuhan moral. Namun Yesus tidak pernah meninggalkan mereka; Ia selalu menuntun kembali agar mereka bertumbuh dalam kedewasaan iman. Nah, dalam konteks mahasiswa/I yang sedang bergelut di dunia kampus, tampaknya selalu ada tantangan-tantangan, seperti godaan untuk menyerah, tekanan pergaulan, sikap apatis terhadap Gereja, dan kehilangan motivasi rohani. Oleh karena itu, Forum ini diharapkan menjadi tempat di mana setiap mahasiswa diterima apa adanya namun tidak dibiarkan apa adanya, melainkan dibantu untuk selalu bangkit dan menemukan kembali arah hidup dalam terang iman. Maka forum ini bukan hanya tempat organisasi, melainkan ruang formasi spiritual dan psikologis yang mendalam, tempat setiap pemuda dilatih menjadi pribadi yang tangguh serta peka akan panggilannya.

Mari kita renungkan nasihat Paulus kepada Timotius: “Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu. (1Tim 4:12). Dalam nasihat ini, Paulus menekankan pentingnya integritas pribadi dan kesaksian hidup, bukan sekadar kemampuan atau status. Pesan ini relevan bagi setiap orang, terutama bagi mahasiwa-mahasiswi Keuskupan Sanggau yang sedang menempuh masa studi. Paulus mengajak untuk mengutamakan pertumbuhan rohani dan moral dalam setiap tindakan, agar iman yang dimiliki menjadi nyata dan berdampak bagi lingkungan sekitar. Nasihat ini juga menegaskan bahwa usia atau pengalaman bukan penghalang bagi kesetiaan kepada Allah; justru, dengan hati yang teguh dan hidup yang konsisten, setiap pribadi muda dapat menjadi teladan yang menginspirasi orang lain, memancarkan kasih, dan meneguhkan komunitas di sekitarnya. 

 

Paus Fransiskus dalam dokumen Christus Vivit mengatakan bahwa: “Teman-teman muda, janganlah menunggu sampai esok hari untuk bekerja sama dalam mengubah dunia dengan energi, keberanian, dan kreativitas kalian. Masa muda kalian bukanlah “sementara itu.” Kalian adalah masa kini Allah, dan Ia ingin kalian berbuah. Karena “dengan memberi maka kita menerima,” cara terbaik untuk mempersiapkan masa depan yang cerah adalah dengan menghidupi masa kini sebaik mungkin, dengan dedikasi dan kemurahan hati.” (CV 178). Dalam konteks ini, Gereja tidak boleh berjalan lambat hingga tertinggal oleh semangat anak muda; sebaliknya, Gereja harus memberi ruang kepada energi mereka untuk memperbarui cara Gereja hadir di tengah masyarakat. Untuk itu, FORMAKA KESA ini menjadi bagian dari jawaban Para Frater Projo Keuskupan Sanggau terhadap ajakan tersebut: memberikan wadah bagi kaum muda untuk terlibat dalam pelayanan pastoral yang kontekstual, komunikatif, digital, inovatif, dan menyentuh kebutuhan nyata umat. Dengan terlibat aktif, mahasiswa tidak hanya menjadi peserta, tetapi menjadi motor gerakan Gereja.

 

Konsili Vatikan II melalui Gaudium et Spes mengajak seluruh umat beriman untuk terlibat dalam proses pembangunan dunia, terutama melalui ilmu dan budaya (GS 43). Mahasiswa adalah kelompok umat yang sedang ditempa untuk menjadi pemikir, profesional, pemimpin, dan penggerak masa depan. Maka, untuk mempersiapkan hal itu, forum ini memperkuat kesadaran bahwa perkuliahan bukan sekadar persiapan karier, melainkan bagian dari karya perutusan. Pengetahuan yang diperoleh harus kembali berbuah bagi Gereja dan masyarakat, khususnya bagi mereka yang paling membutuhkan. Dengan begitu, forum ini mempertemukan dua dunia: dunia kampus dan dunia iman, sehingga keduanya memperkaya dan saling meneguhkan.

 

Tentu saja, mahasiswa/i Katolik Keuskupan Sanggau dipanggil untuk memiliki hati yang melayani, meneladani kasih dan kepedulian Yesus. Dalam Matius 5:13-16, Yesus menegaskan bahwa murid-murid-Nya harus menjadi garam dan terang dunia, artinya iman yang hidup harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang membawa kebaikan bagi sesama. Bertolak dari hal itu, Forum Mahasiswa/Mahasiswi Keuskupan Sanggau berfungsi sebagai ruang pembentukan karakter kepemimpinan yang melayani (servant leadership), di mana setiap mahasiswa belajar memimpin bukan demi prestise, melainkan demi pelayanan, pertumbuhan rohani, dan transformasi sosial. Karakter kepemimpinan seperti ini sangat dibutuhkan, tidak hanya dalam Gereja, tetapi juga bagi masyarakat dan bangsa, agar nilai kasih Kristus dapat hadir dalam setiap aspek kehidupan.

 

Salah satu tantangan besar era modern adalah individualisme. Banyak mahasiswa memperjuangkan mimpi pribadi tanpa lagi merasakan kebutuhan untuk membangun komunitas. Dalam menyikapi hal ini, Forum Mahasiswa/Mahasiswi Keuskupan Sanggau menjadi sarana melatih kebersamaan, dialog, dan kolaborasi dalam semangat sinodalitas sebagaimana ditekankan Gereja pada masa kini. Dengan berjalan bersama, mahasiswa belajar bahwa pertumbuhan iman tidak pernah bersifat soliter, melainkan selalu berkaitan dengan sesama, khususnya mereka yang lebih lemah. Forum ini menjadi sekolah persaudaraan kristiani.

Perlu diketahui bahwa masa studi adalah fase pencarian identitas dan arah panggilan hidup. Gereja percaya setiap orang memiliki panggilan unik yang harus ditemukan, dipahami, dan dihidupi demi kemuliaan Allah dan kesejahteraan banyak orang. Forum ini dapat menjadi sarana pendampingan panggilan: membantu mahasiswa bertanya secara jujur, “Aku hendak menjadi apa? Aku hendak hidup untuk siapa?” Tidak semua dipanggil menjadi imam atau religius, tetapi semua dipanggil menjadi murid yang berbuah. Maka, melalui forum ini, para mahasiswa bisa menemukan bahwa melalui profesi apa pun, baik guru, dokter, politisi, pebisnis, seniman, dan seterusnya dapat menjadi jalan kekudusan apabila dijalani dengan iman dan cinta.

 

Dalam konteks masyarakat yang terus berubah, evangelisasi harus hadir di ruang-ruang baru: dunia digital, komunitas akademik, organisasi publik, dan kegiatan sosial. Forum Mahasiswa/Mahasiswi Keuskupan Sanggau dapat menjadi ujung tombak misi kerasulan kaum muda dalam berbagai bentuk: edukasi nilai kemanusiaan, advokasi keadilan sosial, pemberdayaan masyarakat kecil, dan kesaksian iman melalui media modern. Roh Kudus bekerja melalui kreativitas anak muda, sehingga forum ini bisa menjadi “laboratorium evangelisasi masa kini”: menggumuli tantangan nyata dan menghadirkan tanda-tanda harapan yang konkret.

 

Dengan seluruh pendasaran biblis dan ajaran Gereja tersebut, tentu kami para Frater Sanggau sangat bangga atas terbentuknya FORMAKA KESA (Forum Mahasiswa-Mahasiswi Keuskupan Sanggau) ini, dan kami memandang bahwa forum ini sebagai karya Tuhan yang sedang bertumbuh di tengah Gereja. Ini merupakan suatu pencapaian bagi Keuskupan Sanggau yang patut kita syukuri dan terus dikembangkan. Bagi kami, Forum ini bukan sekadar organisasi mahasiswa, tetapi tempat formasi yang integral: iman, nalar, karakter, relasi, dan misi. Di dalamnya, para mahasiswa diasah menjadi pribadi yang matang dan siap menjawab kebutuhan Gereja dan bangsa. Kami percaya bahwa melalui forum ini akan lahir pemimpin-pemimpin muda Katolik yang memiliki hati Kristus: pemimpin yang berani, cerdas, rendah hati, serta siap melayani tanpa pamrih. Mereka akan menjadi pembawa terang di tengah dunia yang sering gelap, menebar kabar sukacita di tengah kesulitan, dan menjadi saksi harapan yang menunjukkan bahwa Tuhan sungguh hadir dan bekerja dalam generasi muda masa kini. Jaya selalu FORMAKA KESA. Salam kasih Kristus.

 

Penulis: Fr. Santo Yohanes, Pr

Editor: Fr. Teodorus Tio, Pr  

DARI OBROLAN MENJADI KENYATAAN, DARI KELUH KESAH JADI TINDAKAN NYATA

  Sejarah berdirinya FORMAKA KESA (Forum mahasiswa-mahasiswi katolik Keuskupan Sanggau, Angkatan pertama .                Sejarah menjad...

Postingan Populer